Profil

Diakonia PMK ITB adalah sebuah komisi (tim kerja) yang memberikan bantuan biaya hidup untuk mahasiswa Kristen ITB yang membutuhkan. Tidak hanya memberi uang, para diaken juga menjadi pengasuh rohani bagi para penerima.

Tuhan melihat dan memberi karunia pada pelayanan ini. Ia membuat lingkaran hubungan yang indah untuk Diakonia PMK ITB: alumni ITB yang dulu mendapat bantuan Diakonia sekarang menjadi penderma untuk Diakonia. Dengan makin banyaknya mahasiswa yang bisa dibantu oleh Diakonia di tahun ini, kami berharap makin banyak juga mahasiswa di masa depan yang bisa merasakan kasih dari alumninya.

Sejarah

Tahun 1997, Indonesia mengalami krisis ekonomi. Harga barang dan jasa naik pesat, mempengaruhi semua golongan tanpa kecuali. Tahun itu juga, puluhan mahasiswa ITB memilih untuk mengundurkan diri. Walau ITB sendiri memberi bantuan pembebasan uang kuliah untuk mahasiswa miskin, kebutuhan biaya hidup masih begitu tinggi bagi sebagaian mahasiswa.

Para dosen Kristen dan pekerja PMK pada saat itu kemudian mengawali program bantuan biaya hidup dengan kode nama: Diakonia. Di bawah arahan koordinator umum PMK ITB, tim kerja Diakonia dibentuk. Tim kerja ini bertugas mencari calon penerima bantuan, mencari alumni yang bersedia menderma, serta menyalurkan bantuan hidup dari penderma ke penerima. Sebagai tambahan, pemerhati—orang yang menyalurkan dana dan bertanggung jawab langsung atas seorang atau beberapa penerima—juga bertugas menjadi pengasuh dan pembimbing rohani untuk penerimanya. Sejak tahun itu hingga kini, Diakonia masih terus berjalan.

Dasar Pemikiran

  1. Kasih Kristus yang ada pada kita
  2. Menyadari betapa banyaknya karunia dan berkat Tuhan yang telah kami terima dan rasakan dalam kehidupan kami. Sementara itu, kami mengetahui bahwa masih banyak adik-adik kita, para mahasiswa seiman, yang belum menerima karunia seperti yang telah kita terima—bahkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses pendidikannya di ITB
  3. Keinginan yang kuat untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam menjalankan mandat budaya di tengah masyarakat, dengan dukungan sesama teman-teman seiman untuk menciptakan komunitas yang saling membangun

Tujuan

  1. Memberikan bantuan dana untuk mahasiswa yang dipandang sangat membutuhkan
  2. Mendorong perwujudan kasih terhadap saudara-saudara seiman secara nyata melalui pemberian perhatian dan bantuan yang tulus
  3. Membuat keberadaan program ini membekas di hati penerima, agar mereka bisa termotivasi untuk terlibat sebagai penderma bila telah bekerja, supaya kelangsungan program ini dapat dipertahankan