God Provides Me

Sejak kuliah dan tinggal jauh dari keluarga, aku mulai sering mengalami apa yang namanya khawatir tentang kebutuhan hidup. “Besok makan apa, ya? Harus belanja apa saja ya buat minggu ini? Uang segini cukup nggak ya sampai akhir bulan?”

Kekhawatiran itu masih ditambah pula dengan kenyataan bahwa adikku yang akan masuk kuliah membutuhkan biaya yang besar dan bapak telah pensiun dari pekerjaannya. Tahun 2012 adalah tahun aku dipertemukan dengan seorang kakak di PMK ITB untuk sharing kehidupan finansialku. Waktu itu adalah masa di saat aku sedang dalam kondisi kekurangan secara finansial meskipun aku merupakan penerima beasiswa di ITB. Sejak kuliah, aku tidak mendapat uang saku dari orang tua lagi karena telah menerima beasiswa dan dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di Bandung. Namun, saat itu beasiswaku tidak kunjung turun hingga tiga bulan dan finansialku pun sudah sangat kritis.

Ketika TPB saya mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai guru les privat Matematika kelas 4 SD. Bagiku, kerja paruh waktu saat itu sangatlah membantu, karena dapat menutupi kekurangan biaya hidup yang kualami. Dan aku  sangat bersukacita menjalani kerja paruh waktu sebagai guru les privat, karena aku dibentuk dalam berbagai hal dan bisa membagikan apa yang telah kupelajari tentang hidup kepada anak lesku, walaupun dia hanya seorang anak kelas 4. Memasuki tingkat dua, aku tidak bisa melanjutkan kerja paruh waktuku lagi karena tugas dan kegiatan osjur di jurusan yang begitu menghabiskan banyak waktuku saat itu.  Hingga akhirnya aku mengalami krisis finansial karena uang beasiswa yang tidak kunjung turun dan uang yang tersisa di tabunganku sudah menjadi sangat sedikit.

Namun pada saat yang sama, aku mengalami pemeliharaan Tuhan yang luar biasa. Bapa kita yang di sorga senantiasa mencukupkan dan memperhatikan kebutuhan hidupku. Ada kalanya aku gelisah karena uang di rekening sudah terkuras habis sementara kebutuhan sehari-hari masih banyak yang belum terpenuhi, seperti kebutuhan makanku. Tetapi, tidak pernah sekalipun Dia membiarkan aku kekurangan. In every little things! Tak terkecuali dalam hal finansialku ini.

Saat awal tingkat 2, Tuhan memberikan bantuan Diakonia PMK buatku. Bagiku, Diakonia sangatlah membantu, secara khusus dalam hal finansial. Dari beberapa kali bantuan diakonia PMK yang diberikan, aku belajar dalam tentangNya, khususnya tentang kekhawatiran. Seperti dalam Lukas 12:22-34, Tuhan Yesus mengajarkan kita tentang hal kekhawatiran. Aku sungguh bersyukur karena melalui pelayanan Diakonia PMK dari bantuan alumni-alumni yang telah menyisihkan penghasilannya buat kami, selain finansialku tercukupi, aku kembali diingatkan bahwa hidupku, bahkan bukan hanya aku, ada dalam jaminan dan pemeliharaan tangan Sang Pencipta. Tuhan Yesus dalam Nas tersebut secara gamblang mengajarkan kita, supaya tidak khawatir akan hidup kita. Burung-burung gagak diberi makan oleh Allah. Bunga bakung didandani lebih cantik daripada kemegahan Raja Salomo.

Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

– Lukas 12 : 29-31             

Sering kali sadar atau tidak, kita hidup penuh dengan kekhawatiran, seakan-akan Bapa tidak tahu apa yang kita butuhkan. Tuhan yang aku kenal ialah Tuhan yang tahu betul setiap kesulitan dan kekhawatiran hidup kita, baik itu makanan, pakaian, studi, pekerjaan, pergumulan, dan lain-lain. Dia bahkan sudah siapkan segala hal dengan detilNya untuk memelihara kita. Sehingga kita harus terus belajar bersandar kepada-Nya. Belajar untuk tidak khawatir dan tidak takut. Bukankah mencukupi segala kebutuhan hidup kita adalah perkara kecil bagi-Nya?

Kiranya waktu-waktu kita ke depan, baik hari, minggu, bulan, dan tahun yang telah disediakan oleh Desainer Agung kita, membuat kita senantiasa bersyukur, karena kita tahu bahwa Bapa yang di sorga mengetahui dan memperhatikan apa yang kita butuhkan. Tak perlu khawatir dan takut karena Dia selalu sertaku dan kamu. Tuhan memberkati 🙂

– Kesaksian Penerima Diakonia –

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Bagi Berkat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s