Pengalaman Bersama Diakonia

Pada awalnya saya tidak pernah membayangkan bisa mengambil bagian dalam pelayanan di Diakonia PMK-ITB ini. Sampai pada akhirnya Koordinator Diakonia 2011-2012 mengajak saya untuk berbincang-bincang dan ternyata inti perbincangan tersebut adalah sebuah tawaran untuk masuk ke Diakonia ini. Satu hal yang saya ingat dari perkataannya saat itu ialah dalam pelayanan ini kamu harus mau melayani tanpa dilihat orang. Pada saat itu saya terlalu naif dan berpikir bahwa syarat yang diminta cukup sederhana. Namun, pada kenyataannya hal tersebut sangat sulit dilakukan.

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
(Matius 16:24)

Menjaga kemurnian hati dalam pelayanan ini memang sangat sulit, rasa ingin dipuji dan dilihat orang pun selalu terlintas. Namun, dalam pelayanan ini saya terus belajar dan baru mengerti apa yang Tuhan maksud tentang menyangkal diri. Dalam pelayanan ini pun saya merasa semakin dibentuk Tuhan untuk bisa menyangkal diri saya dan merendahkan hati saya. Sampai saat ini saya tetap kagum dengan abang dan kakak, atau saudara-saudara yang pernah terlibat dalam pelayanan ini. Perkara yang ditangani oleh divisi ini bukanlah perkara kecil, bahkan dapat menyangkut keberlangsungan hidup seseorang dalam kampus ITB, tapi tidak ada hadiah nyata yang besar yang diperoleh oleh setiap anggota divisi ini. Meskipun begitu, setiap anggota diakonia selalu bisa menjaga semangat untuk tetap melayani di Diakonia ini.

Meskipun saya berasal dari keluarga yang sederhana, akan tetapi bisa dibilang keluarga saya tidak mampu apabila harus membiayai saya kuliah dengan biaya sendiri. Namun, puji Tuhan atas mukjizat dan kasih karunia Tuhan, saya mendapatkan beasiswa dari Pemprov Jawa Barat untuk bisa berkuliah di kampus ITB. Saya memiliki kerinduan untuk membantu teman-teman atau adik-adik yang mengalami nasib seperti saya. Hal ini merupakan salah satu alasa mengapa saya menerima tawaran untuk mengambil bagian dalam pelayanan ini.

Luar biasanya, ketika saya melayani di Diakonia ini, Tuhan menunjukan kepada saya betapa besar kasih-Nya pada saya yang selama ini saya tidak pernah sadari. Selama dipelayanan ini saya menemukan saudara-saudara saya yang mengalami nasib yang serupa dengan saya dan bahkan lebih parah dari keadaan saya, namun mereka tidak pernah menyerah. Dari saudara-saudara penerima beasiswa Diakonia ini jugalah Tuhan mengajarkan saya untuk belajar bersyukur dan bersukacita dalam keadaan apapun.

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
(Filipi 4:4)

Selain itu selama dalam pelayanan ini, saya juga merasakan semakin dibentuk oleh Tuhan untuk semakin serupa dengan-Nya. Tidak sedikit pergumulan-pergumulan yang dihadapi oleh Diakonia ini membutuhkan hikmat dalam meyelesaikan dan memutuskannya. Sehingga dalam pelayanan ini setiap anggota Diakonia selalu bersandar pada Tuhan untuk berlatih melakukan segala sesuatu dengan hikmat.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah……
(Yakobus 1:5)

Saya sangat merasakan dibentuk oleh Tuhan untuk belajar mengasihi sesama dan memberikan hidup kepada orang lain. Hal ini terasa saat menjadi pemerhati bagi penermia beasiswa, saya harus belajar untuk memberikan hidup saya dan memperhatikan hidup penerima beasiswa walaupun penerima beasiswa tersebut bukanlah keluarga saya (bukan keluarga rohani juga). Namun dengan saya belajar untuk mengasihi dan memberikan hidup saya, justru pengenalan saya akan Tuhan semakin dalam karena kasih kepada sesama ini adalah salah satu bentuk nyata kasih kita kepada Tuhan.

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
(1 Yohanes 4:8)

Saya belajar banyak sekali hal selama saya melayani di divisi Diakonia PMK-ITB ini. Saya berharap divisi ini tetap ada sampai kapanpun dan semakin bisa mambawa mahasiswa Kristen di kampus ITB untuk dekat kepada Tuhan. Tetap semangat dalam pelanyanannya, tim Diakonia PMK-ITB!!! ^^
Percayalah menyenangkan hati Tuhan dengan apa yang kita lakukan dalam dunia ini merupakan hadiah terbesar yang dapat kita rasakan. Soli Deo Gloria….

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
(Amsal 3:5)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Bagi Berkat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s