Murid Kristus : Mendengar dan Melakukan

Ada hal yang menarik dari seorang murid Kristus dibandingkan dengan seorang murid biasa. Hal yang sering kita tidak tahu karena mungkin selama ini kita hanya fokus pada pemuridan secara umum : apa itu murid Kristus, hal yang kita lakukan untuk menjadi murid Kristus, metode pemuridan, dan sebagainya. Dengan demikian, apa yang menjadi keunikan dari seorang murid Kristus?

Mari kita awali dari Matius 7 : 24 – 27. Di sini Yesus mengisahkan tentang dua jenis orang, yang satu bijaksana dan yang satu lagi bodoh. Orang bijaksana membangun rumahnya di atas batu dan orang bodoh membangun rumahnya di atas pasir. Eitss, hal yang menarik ialah sebelum dinyatakan bahwa orang tersebut bijaksana atau bodoh. Pada ayat 24 dikatakan “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana…” dan di ayat 25 dikatakan “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, …” Ajaran Yesus ini mengisahkan karakter seorang murid, orang yang belajar dari gurunya dengan cara mendengar ajaran sang guru. Namun ajaran Yesus ini sangat memberi perbedaan kepada orang-orang melakukan dan yang tidak melakukan oleh orang yang sama-sama mendengar.

unduhan1
Baiklah, mari kita amati Matius 28 : 19 – 20 yang dikatakan sebagai Amanat Agung Yesus. Pada ayat 20 “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu…” Nah, sangat jelas bukan bahwa Yesus memerintahkan kita menjadikan segala bangsa murid-Nya dan mengajar mereka untuk melakukan perintah-Nya. Apa contoh dari perintahNya? Salah satunya ialah tentang saling mengasihi. Perintah yang dewasa ini hanya seperti menjadi kalimat sakral turun-temurun oleh pengikut Kristus tanpa dilakukan. Wajar seorang Mahatma Gandhi tidak menyukai orang-orang Kristen karena tidak melakukan perintah ini, bahkan mungkin banyak orang lainnya yang tidak menyukai orang Kristen karena dianggap hanya “banyak bicara” namun tingkah lakunya tidak ada kasih. Sekarang dapatlah kita ketahui bahwa perbedaan murid Kristus dengan murid biasa ialah murid Kristus bukan hanya mendengar dan mengetahui ajaran-Nya, namun juga harus melakukannya.

Perbedaan orang-orang yang melakukan dan tidak melakukan pun telah diungkapkan Yesus di Matius 7 : 24 – 27, mari kita kembali ke ajaran Yesus ini. Bagi orang yang melakukan, pada ayat 25 dikatakan bahwa rumah yang didirikannya di atas batu tidak rubuh saat dilanda hujan dan banjir. Sedangkan bagi orang yang tidak melakukan, pada ayat 27 dikatakan rumah yang dibangunnya di atas pasir akan rubuh saat dilanda hujan dan banjir. Dapat dikatakan bahwa orang yang melakukan ajaran-Nya dapat bertahan saat cobaan dan tantangan datang, sebaliknya orang yang tidak melakukan akan ‘tumbang’ saat cobaan dan tantangan datang. Seorang murid Kristus akan teruji saat masalah datang apakah dapat bertahan atau justru tumbang. Jadi jangan menghakimi orang lain atau pun diri sendiri ya dengan mengatakan, “Hah, pengetahuan Alkitbanya sangat minim ternyata…” atau “Wah, dia benar-benar murid Kristus sejati, pengetahuan Firmannya banyak. Sedangkan aku apa lah ya kan…”, karena semua itu teruji ketika ujian datang.

Dapat disimpulkan bahwa murid Kristus itu orang yang belajar dengan mendengar ajaran-Nya dan melakukannya. Seorang murid yang akan bertahan dari setiap masalah yang datang, seorang murid yang teguh dan kokoh. Mari kita menjadi murid-Nya bukan hanya dengan mengetahui banyak hal tentang Firman namun juga melakukannya.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Bagi Berkat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s